Pengertian XML


XML (eXtensible Markup Language) merupakan bahasa web turunan dari SGML (Standart Generalized Markup Language) yang ada sebelumnya. XML hampir sama dengan HTML, dimana keduanya sama-sama turunan dari SGML. Teknologi XML dikembangkan mulai tahun 1966 dan mendapatkan pengakuan dari Worl Wide Web Consortium (W3C) pada bulan Februari 1998. Sedangkan SGML sendiri telah dikembangkan pada awal tahun 1980-an. Pada saat HTML dikembangkan pada tahun 1990, para penggagas XML mengadopsi bagian paling penting SGML dan dengan berpedoman pada pengembangan HTML menghasilkan bahasa markup yang tidak kalah hebatnya dengan SGML.

Secara sederhana XML adalah suatu bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan dan memanipulasi dokumen secara terstruktur. Secara teknis XML didefinisikan sebagai suatu bahasa meta-markup yang menyediakan format tertentu untuk dokumen-dokumen yang mempunyai data terstruktur. Bahasa markup adalah mekanisme untuk mengenal secara terstruktur di dokumen. XML adalah suatu aplikasi profil dari SGML. Seperti yang didefinisikan dari ISO 8879, SGML adalah cara standart dan vendor-independent.

XML tidak mempunyai definisi secara tepat karena ada yang berpendapat bahwa XML bukanlah suatu bahasa pemrograman,melainkan XML merupakan sintaks yang digunakan untuk menjelaskan bahasa markup lain (Dournaee,2002), sehingga dinamakan meta-language. Meskipun demikian pendapat yang XML bukan merupakan bahasa markup, didasarkan bahwa XML merupakan bahasa markup terpisah untuk tujuan terpisah. Selain itu XML bukanlah solusi semua hal untuk tujuan semua user. Sedangkan peran dari markup itu sendiri berupa:

1. Markup dapat menambah maksud arti (semantic) suatu data.
2. Dapat memisahkan data.
3. Dapat mendefinisikan peran data.
4. Dapat mendefinisikan batasan data.
5. Dapat menfenisikan keterhubungan data.

XML merupakan sebuah himpunan bagian (subset) dari SGML yang bertujuan agar SGML secara generik dapat melayani, menerima, dan memproses di dalam web dengan cara seperti yang dimungkinkan HTML saat ini. XML didesain untuk kemudahan implementasi dan interoperabilitas dengan SGML maupun HTML. XML adalah bahasa markup yang dirancang untuk penyampaian informasi melalui World Wide Web (www) atau sering disebut web saja. (W3C,2000)

XML merubah cara kita berpikir untuk mengembangkan suatu software terutama aplikasi web. Masalah yang kita sekarang adalah bagaimana caranya untuk bertukar informasi antar satu aplikasi dengan aplikasi lain. Kadang kolaborasi antara satu aplikasi dengan aplikasi yang lain masih harus ditentukan dengan spesifikasi aplikasi tersebut. Padahal seharusnya kita hanya perlu mendapatkan informasi data bukan mengerti cara kerja aplikasi lain itu, disinilah visi internet yang belum tercapai. Visi ini adalah dunia internet dimana PC, server, smart devices dan internet-based device dapat berkolaborasi tanpa ada halangan. Bisnis-bisnis akan dapat bertukar data menyediakan customized dan comprehensive solusi kepada customer. Dan yang paling utama adalah informasi yang dibutuhkan dapat diakses dari mana saja dan dengan computing device, platform, atau aplikasi yang kita gunakan.

XML dapat memungkinkan pertukaran informasi atau data antar device (server, PCs, smart device, aplikasi, dan situs web). Data ini akan menjadi independent (unlocked), memudahkannya untuk diorganisir, diprogram, dan dirubah, dan ditukar antar situs web atau aplikasi apa saja. Karena kebutuhan ini, maka makin banyak teknologi berbasis XML yang keluar. Contohnya adala SOAP (Simple Project Acces Protocol) dan UDDI (Universal Description Discovery and Integration). SOAP memungkinkan aplikasi-aplikasi untuk berkomunikasi melalui standart internet protocol. Sedangkan UDDI memberikan bisnis-bisnis suatu cara standart untuk menjelaskan servis mereka dan cara koneksi secara otomatis. Dari sini munculah web service, yaitu suatu tipe baru software yang dapat dipakai berulang-ulang (seperti komponen software) dengan pengecualian service ini dapat diakses darimana saja melalui internet.

Contoh pembuatan xml layout menu di Android

untuk penggunaan dari Selector button yang saya pos kemarin, hadirlah penjelasan tentang menu di Android , seperti biasa, kita buat dulu xml kosong, misal kita beri nama menu.xml bertipe layout…
lalu lihat kode di bawah ini :


yang nantinya kalo pindah ke tab layout akan berbentuk seperti :

akan saya jelaskan koding di atas :
koding pertama kali dibuka dengan
yang berfungsi sebagai layout/wadah untuk barang2 yang akan digambar.
android:layout_width="fill_parent"
android:layout_height="fill_parent"
android:orientation="vertical"

untuk width dan height, yaitu menentukan lebar dan panjang layout , bisa diisi dengan fill_parent, wrap_content, dan juga bisa diisi dengan satuan px dll.
fill_parent berarti mengisi smua dari layout yang ada di bawahnya atau apabila tidak ada layout lagi, maka mengisi semua layar..
wrap_content berarti hanya mengisi sesuai dengan barang yang ada .
lalu orientasi yang digunakan adalah vertikal.
android:background="@drawable/bg" = memberi background/gambar/benda dari folder drawable.
android:gravity="left" = objek yang nanti ditaruh, akan tertarik sesuai dengan arah value yang diberikan.
android:paddingTop="50px" = objek yang nanti ditaruh akan berada 50pixel dari atas layar.
setelah itu kita beri layout lagi untuk menaruh button-button..
>
        android:layout_width="fill_parent"
        android:layout_height="fill_parent"
        android:layout_weight="1"
        android:gravity="center">

dengan arah gravitasi ditengah agar smua button mempunyai alignment center dan orientasi vertikal agar button urut dari atas ke bawah
selanjutnya kita taruh buttonnya 1 1

android:id="@+id/btnmain"  = memberikan id untuk button agar bisa dikenali di java class yang menampilkan menu
width dan height kita buat wrap_content agar gambar button pas tidak tertarik/stretch
lalu android:background="@drawable/btn_start" valuenya kita beri alamat xml yang cara membuatnya telah saya pos kemarin (sudah otomatis on/off).
untuk selanjutnya tinggal copas kode lalu mengganti id dan alamat buttonnya namun kita harus menyelipkan
android:layout_width="fill_parent"
android:layout_height="10px"
>

agar ada gap antara button sehingga button tidak berdesakan.
setelah semua nya beres tutup liner layout yang kita buat di paling atas

jadilah menu simpel yang dibuat di xml, untuk selanjutnya adalah cara untuk memasukkan layout di java class ^^

http://www.stikom-bali.ac.id/
Nama : Romzah Djainollah 
NIM : 090010634 
Kelas : L091

Senin, 02 April 2012 di 20.45 , 1 Comment

PESANTREN


Pesantren, pondok pesantren, atau disebut pondok saja, adalah sekolah Islam berasrama yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di dalam pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan tentang al-Qur'an dan Sunnah Rasul, dengan mempelajari bahasa Arab dan kaidah-kaidah tata bahasa-bahasa Arab. Para pelajar pesantren (disebut sebagai santri) belajar di sekolah ini, sekaligus tinggal pada asrama yang disediakan oleh pesantren. Institusi sejenis juga terdapat di negara-negara lainnya; misalnya di Malaysia dan Thailand Selatan yang disebut sekolah pondok, serta di India dan Pakistan yang disebut madrasa Islamia.
Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, dimana kata "santri" berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok berasal dari Bahasa Arab funduuq (فندوق) yang berarti penginapan. Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai. Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya disebut lurah pondok. Tujuan para santri dipisahkan dari orang tua dan keluarga mereka adalah agar mereka dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan juga Tuhan.

Banyak pesantren di Indonesia hanya membebankan para santrinya dengan biaya yang rendah, meskipun beberapa pesantren modern membebani dengan biaya yang lebih tinggi. Meski begitu, jika dibandingkan dengan beberapa institusi pendidikan lainnya yang sejenis, pesantren modern jauh lebih murah. Organisasi massa (ormas) Islam yang paling banyak memiliki pesantren adalah Nahdlatul Ulama (NU). Ormas Islam lainnya yang juga memiliki banyak pesantren adalah Al-Washliyah dan Hidayatullah.
Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut pesantren salafi. Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salafi adalah para santri bekerja untuk kyai mereka - bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya - dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut. Sebagian besar pesantren salafi menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali. Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari shalat shubuh di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam. Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustadz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur'an.

Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, dimana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya). Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran untuk tingkat SMP terkadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak.
Sebagai institusi sosial, pesantren telah memainkan peranan yang penting di Indonesia dan negara-negara lainnya yang penduduknya banyak memeluk agama Islam. Alumni pondok pesantren umumnya telah bertebaran di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa alumnus pesantren juga telah berkiprah di pentas nasional, yang terkenal antara lain:

* Dr. Hidayat Nurwahid (mantan Ketua MPR RI),
* KH. Hasyim Muzadi (Ketua PB Nahdlatul Ulama),
* Prof. Nurkholish Madjid mantan (Rektor Universitas Paramadina),
* Dr. Din Syamsuddin (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
* KH. Abdurrahman Wahid, salah seorang kyai yang terkenal, adalah mantan Presiden Republik Indonesia. Ia adalah putra KH. Wahid Hasyim, seorang kyai yang juga tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah dua kali menjabat Menteri Agama di Indonesia. Sementara kakeknya adalah KH. Hasyim Asy'ari, seorang pahlawan nasional Indonesia dan pendiri Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Selasa, 30 Maret 2010 di 09.33 , 0 Comments

Pengertian Jaringan Komputer

A. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling
berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi
melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program -
program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan
sebagainya. Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan
sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih
satu komputer yang saling berhubungan.
B. Tujuan Membangun Jaringan Komputer
Tujuan dibangunya suatu jaringan komputer adalah membawa informasi secara
tepat dan tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju kesisi
penerima (receiver) melalui media komunikasi.
Ada beberapa hal yang masih dirasa menjadi kendala, yaitu :
1. Masih mahalnya fasilitas komunikasi yang tersedia dan bagaimana
memanfaatkan jaringan komunikasi yang ada secara efektif dan efisien.
2. Jalur transmisi yang digunakan tidak benar – benar bebas dari masalah
gangguan (noise).
C. Manfaat Jaringan Komputer
Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu :
1. Sharing resources
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral
lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan
komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
2. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna,
baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi
yang penting lainnya.
3. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat,
karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja,
melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka
dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk
memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.
4. Pengembangan dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat
biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu
membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena
printer itu dapat digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer juga
memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya,
misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada
komputer pusat.
5. Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data.
Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta
teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan
perlindungan yang efektif.
6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan
hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi
yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat
segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.
D. Jenis Jaringan Komputer
Berdasarkan jarak dan area kerjanya jaringan komputer dibedakan menjadi
tiga kelompok, yaitu :
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam
sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer
pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik
untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling
bertukar informasi.
Dengan memperhatikan kecepatan transmisi data, maka LAN dapat
digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu :
a. Low Speed PC Network
Kecepatan transmisi data pada Low Speed PC Network kurang dari 1
Mbps dan biasanya diterapkan untuk personal computer. Contoh
dari jenis ini adalah Omninet oleh Corvus Systems (network bus),
Constalation oleh Corvus Systems (star network), Apple talk oleh
Apple Corporation.
b. Medium Speed Network
Kecepatan transmisi data pada Medium Speed Network berkisar
antara 1 – 20 Mbps dan biasnya diterapkan untuk mini computer.
Contoh dari jenis ini adalah Ethernet oleh Xerox, ARC Net oleh
Datapoint Corporation, Wangnet oleh Wang Laboratories.
c. High Speed Network
Kecepatan transmisi data pada Hig Speed Network lebih dari 20
Mbps dan biasanya diterapkan untuk mainframe computer. Contoh
dari jenis ini adalah Loosely Coupled Network oleh Control Data
Corporation, Hyper Channel oleh Network System Corporation.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN
yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang
sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang
letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan
suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis
yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri
dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan programprogram
(aplikasi) pemakai.
Gambar 1 Contoh alokasi jaringan data
E. Topologi Jaringan Komputer
Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah
jaringan didesain. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik
(physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan
topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses
oleh host.
Adapun topologi fisik yang umum digunakan dalam membangun sebuah
jaringan adalah :
1. Topologi Bus (Bus Topology)
Menggunakan satu segment ( panjang kabel ) backbone, yaitu yang
menyambungkan semua host secara langsung.
2. Topologi Ring (Ring Topology)
Menghubungkan satu host ke host setelah dan sebelumnya. Secara fisik
jaringan ini berbentuk ring (lingkaran).
3. Topologi Star (Star Topology)
Menghubungkan semua kabel pada host ke satu titik utama. Titik ini
biasanya menggunakan Hub atau Switch.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
4. Topologi Extended Star (Extended Star Topology)
Merupakan perkembangan dari topologi star. Memiliki beberapa titik yang
terhubung ke satu titik utama.
5. Topologi Hirarki (Hierarchical Topology)
Dibuat mirip dengan topologi extended star. Sistem dihubungkan ke
komputer yang mengendalikan trafik pada topologi.
6. Topologi Mesh (Mesh Topology)
Menghubungkan satu titik ke titik yang lainnya. Kondisinya di mana tidak
ada hubungan komunikasi terputus secara absolut antar node komputer.
Topologi Logik pada umumnya terbagi mejadi dua tipe, yaitu :
1. Topologi Broadcast
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan
data kepada seluruh host lain pada media jaringan.
2. Topologi Token Passing
Mengatur pengiriman data pada host melalui media dengan menggunakan
token yang secara teratur berputar pada seluruh host. Host hanya dapat
mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki token. Dengan token
ini, collision dapat dicegah.
Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan topologi
adalah sebagai berikut :
1. Biaya
Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
2. Kecepatan
Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
3. Lingkungan
Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh
pada jenis perangkat keras yang digunakan.
4. Ukuran
Sampai seberapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file
server atau sejumlah server khusus.
5. Konektivitas
Apakah pemakai yang lain yang menggunakan komputer laptop perlu
mengakses jaringan dari berbagai lokasi.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 2 Topologi fisik jaringan komputer
Gambar 3 Sebuah LAN yang memadukan beragam topologi
F. Protokol
1. Pengertian Dasar Protokol
Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang
ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data,
informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim
(transmitter) dan sisi penerima (receiver) agar komunikasi berlangsung
dengan benar. Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua
atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam protokol adalah sebagai
berikut :
a. Syntax
Merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk
mengkodekan sinyal.
b. Semantix
Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim
dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
c. Timing
Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
2. Fungsi Protokol
Fungsi – fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Fragmentasi dan Reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reassembly adalah membagi informasi
yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim
mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima
akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
b. Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan
dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
c. Connection Control
Fungsi dari connection control adalah membangun hubungan
komunikasi dari transmitter dan receiver, dimana dalam
membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman data dan
mengakhiri hubungan.
d. Flow Control
Fungsi dari flow control adalah mengatur perjalanan data dari
transmitter ke receiver.
e. Error Control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam
proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari
error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi
pada waktu data dikirimkan.
f. Transmission Service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan
komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan
keamanan serta perlindungan data.
3. Standarisasi Protokol
Beberapa perusahaan yang berperan dalam usaha komunikasi, antara
lain :
a. Electronic Industries Association (EIA)
b. Committee Consultative Internationale de Telegrapque et
Telephonique (CCITT)
c. International Standards Organization (ISO)
d. American National Standard Institute (ANSI)
e. Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Alasan di perlukan standarisasi dalam komunikasi data pada suatu
jaringan komputer antara lain :
a. Standarisasi memberikan jaminan kepada produsen hardware dan
software bahwa produknya akan banyak digunakan oleh pemakai
dengan kata lain potensi pasar menjadi lebih besar.
b. Standarisasi menjadikan produk dari para produsen komputer dapat
saling berkomunikasi, sehingga pembeli menjadi lebih leluasa dalam
memilih peralatan dan menggunakanya.
c. Dengan standarisasi maka produsen tidak dapat melakukan
monopoli pasar sehingga harga produk menjadi lebih murah karena
terjadi persaingan sehat antar para produsen dalam menjual
produknya.
4. Jenis – Jenis Protokol
Beberapa jenis protokol yang umumnya digunakan dalam sebuah
jaringan komputer adalah sebagai berikut :
a. NetBEUI Frame Protokol
NetBEUI Frame Protocol (NBF) adalah versi modifiksi dari
NetBEUI. Dikembangkan pada tahun 1985 oleh IBM. Spesifikasi
terbaru dari NBF adalah V.30. salah satu keuntungn utama di dalam
stack NBF adalah batas 254 session di dalam NetBEUI sudah
dihilangkan. Protokol NBF juga menyediakan alokasi memori
otomatis yang sewaktu – waktu dapat digunakan. Proses ini bersifat
dinamis, sehingga tidak diperlukan pra konfigurasi. Alokasi memori
otomatis menurunkan total memori yang dibutuhkan stack protocol.
NetBEUI memiliki header yang sangat kecil. Ada dua kerugian dari
NBF yaitu ketidakmampuan protokol ini di-route-kan yang berarti
secara virtual tidak berguna untuk sebuah WAN.kerugian lainnya
adalah kebergantungan NBF pada pesan broadcast untuk
mengkomunikasikan data di antara banyak komputer dalam jaringan.
b. NetBIOS
NetBIOS adalah suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol
yang dikembangkn oleh IBM. Fungsi protokol ini berkisar di atas
tiga layer paling atas (session,presentation dan application). Dalam
model OSI, NetBIOS memberikan suatu interface standard bagi
layer dibawahnya. NetBIOS juga dapat digunakan sebagai sebuah
API (Application Program Interface) untuk pertukaran data. Ia
memberi akses programmer akses ke berbagai sumber daya untuk
menciptakan hubungan dua komputer atau antara dua aplikasi pada
komputer yang sama.
NetBIOS melayani tiga fungsi jaringan yaitu sebagai berikut :
1) Naming Services
Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user dan
komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk memastikan
agar tidak terjadi duplikasi nama.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
2) DataGram Support
Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin
suksesnya, besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode
datagram ini digunakan oleh naming services.
3) Session Support
Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit
session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman paket
dapat di pantau dan dikenali.
c. NWLink
Merupakan suatu implementasi 32 bit Microsoft dari protokol stack
yang kompatibel dengan IPX/SPX. Ia dapat digunakan untuk
menciptakan hubungan antara komputer WindowsNT, Komputer
MS DOS, Windows dan WindowsNT lainnya. Koneksi ini dicapai
melalui variasi komunikasi. NWLink sangat cocok diterapkan di
platform intel tetapi tidak cocok diterapkan di platform lain.
d. IPX/SPX
IPX/SPX adalah protokol yang diimplementasikan dalam jaringan
Novell Netware. IPX bertanggung jawab untuk routing dan
pengiriman paket. Sementara SPX menciptakan hubungan dan
menyediakan acknowledgement dari pengiriman paket tersebut.
e. TCP/IP
TCP/IP bukanlah sebuah protokol tunggal tetapi satu kesatuan
protokol dan utility. Setiap protokol dalam kesatuan ini memiliki
aturan yang spesifik. Protokol ini dikembangkan oleh ARPA
(Advanced Research Projects Agency) untuk departemen pertahanan
Amerika Serikat pada tahun 1969.
ARPA mengingikan sebuah protokol yang memiliki karakter
sebagai berikut :
1) Mampu menghubungkan berbagai jenis sistem operasi.
2) Dapat diandalkan dan mampu mendukung komunikasi
kecepatan tinggi.
3) Routable dan scalable untuk memenuhi jaringan yang
kompleks dan luas.
Sebuah alamat TCP/IP adalah nilai biner berukuran 32 bit yang
diberikan kesetiap host dalam sebuah jaringan. Nilai ini digunakan
untuk mengenali jaringan di mana host tersebut dan mengenali
nomor unik host bersangkutan dijaringan tertentu. Setiap host yang
terhubung jadi satu pada sebuah internet work harus memiliki satu
alamat unik TCP/IP.
Setiap alamat terbagi atas dua komponen :
1) Network ID
Ini adalah bagian dari alamat IP yang mewakili jaringan fisik
dari host (nama jalan dari rumah). Setiap komputer dalam
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
segmen jaringan tertentu akan memiliki ID jaringan yang
sama.
2) Node ID
Ini adalah bagian yang mewakili bagian individu dari alamat
(nomor rumah). Bila komputer disegment jaringan memiliki
alamat, maka jaringan tersebut perlu tahu milik siapakah
suatu paket itu.
Seperti yang disebutkan diatas tadi bahwa nilai IP adalah nilai biner
32 bit. Nilai tersebut terbagi menjadi empat bagian nomor 8 bit yang
disebut oktet. Contoh alamat IP :202.149.240.66 dengan
menggunakan contoh diatas, katakanlah administrator mensetup
jaringan dengan semua komputer memiliki bagian nilai yang sama
202.149.240.XXX. kondisi inilah yang disebut network ID. Nomor
pada XXX adalah node ID-nya.
Setiap alamat TCP/IP jatuh pada satu kelas alamat. Kelas mewakili
sebuah grup alamat yang segera dapat dikenali komponen software
sebagai bagian dari sebuah jaringan fisik. Misalkan, ambil contoh
alamat TCP/IP berikut dan nilai binernya.
10.149.240.66
00001010.10010101.11110000.10000010
dengan memperhatikan tiga nilai biner yang pertama, bisa dikatakan
bahwa alamat ini termasuk class A.
CLASS JUMLAH HOST JUMLAH OKTET PERTAMA
A 16.777.216 1 - 126
B 16.536 128 - 191
C 256 192 - 223
Tabel 1 Urutan dari alamat IP dan Host
Setiap komputer di sebuh jaringan biasanya ingin mengirim data
langsung ke komputer lainnya. Komputer pengiriman harus
memastikan bahwa si penerima berada di jaringan yang sama atau di
luar itu. Subnet mask digunakan oleh protokol stack TCP/IP untuk
menentukan bahwa host yang akan dicoba dikomunikasikan berada
di jaringan lokal yang sama atau berada di jaringan remote. Ini
adalah bagian yang sangat penting dalam konfigurasi TCP/IP.
CLASS SUBNET MASK
A 255.0.0.0
B 255.255.0.0
C 255.255.255.0
Tabel 2 Klasifikasi subnet mask
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
f. UDP
UDP memberikan satu metode kepada aplikasi untuk mengirimkan
data ke aplikasi di Host lain pada jaringan tanpa harus lebih dulu
membangun hubungan komunikasi dengan host tersebut. UDP tidak
menjamin keberhasilan pengiriman data dan tidak menjamin adanya
duplikasi pengiriman data. Keberhasilan transmisi ditangani oleh
lapisan diatasnya, yaitu lapisan aplikasi.
Setiap data yang dikirim oleh UDP, ditambahkan dengan
header yang berisi , antara lain :
1) Source Port (Port Asal)
Source port digunakan sebagai identitas pengiriman data,
namun sebenarnya source port tidak mutlak diperlukan
karena UDP tidak memerlukan jawaban. Port ini dalam
pemrograman jaringan disebut dengan socket.
2) Destination Port (Port Tujuan)
Destination port juga digunakan sebagi identitas pengiriman
data. Nomor port ini adalah nomor yang dikenal oleh aplikasi
di mesin remote yang juga dijadikan identitas layanan.
3) Length ( Panjang Data)
Panjang data diperlukan aplikasi di remote host untuk
memastikan kebenaran data transmisi dan untuk melakukan
checking lapisan aplikasi terhadap validasi data.
4) Checksum
Checksum adalah satu-satunya mekanisme UDP untuk
mendeteksi Error pada pengiriman data.
NOMOR
PORT
KETERANGAN
20,21 FTP
22 SSH
23 Telnet
25 SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
80 Web
Tabel 3 Contoh Port TCP
NOMOR
PORT
KETERANGAN
15 Netstat (network status)
53 DNS (domain name service)
69 TFTP (trivial FTP)
137 NetBios name service
161 SNMP(Simple network management protocol)
Tabel 4 Contoh Port UDP
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 4 Stack pada TCP/IP
g. ARP (Address Resolution Protocol)
Layer IP bertugas untuk mengadakan mapping atau transformasi
dari IP address ke ethernet address. Secara internal ARP melakukan
resolusi address tersebut dan ARP berhubungan langsung dengan
data link layer. ARP mengolah sebuah tabel yang berisi IP-Address
dan ethernet address dan tabel ini diisi setelah ARP melakukan
broadcast ke seluruh jaringan.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 5 Mekanisme protokol ARP
h. RARP (Reverse Address Resolution Protocol)
RARP digunakan oleh komputer yang tidak mempunyai nomor IP.
Pada saat komputer dihidupkan, maka komputer melakukan
broadcast ke seluruh jaringan untuk menanyakan apakah ada server
yang dapat memberikan nomor IP untuk komputer tersebut. Server
yang dapat memberikan nomor IP secara otomatis disebut DHCP
(Dynamic Host Configuration Protocol). Paket broadcast tersebut
dikirim beserta dengan MAC-Address dari pengirim. Server DHCP
yang mendengar request tersebut akan menjawabnya dengan
memberikan nomor IP dan waktu pinjam (lease time). Bila waktu
pinjam habis atau komputer dimatikan, maka nomor IP tersebut akan
diambil kembali oleh DHCP Server dan akan diberikan kepada
komputer yang membutuhkan.
Saya mendengar
broadcast nich !
O, pesan ini untuk saya.
Saya berikan MAC
adress saya deh
Mac address dari
IP = 172.16.10.1
Berapa ya ?
IP Address : 182.35.10.1
MAC Address : ???
IP Address : 182.35.10.1
MAC Address : 1234.5678.0011
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 6 Mekanisme Protokol RARP
i. ICMP (Internet Control Message Protocol)
ICMP diperlukan secara internal oleh IP untuk memberikan
informasi tentang error yang terjadi antara host.
Beberapa laporan yang disampaikan oleh ICMP, antara lain :
1) Destination Unreachable (Host or Port).
2) Network Unreachable.
3) Time Exceeded.
4) Parameter Problem.
5) Echo Reply, Echo Request dengan utilitas ping.
6) Dan lain – lain.
Saya mendengar broadcast
nich !
O, ada yang menta IP.
Saya kasih IP untuk anda
182.18.10.9
Berapa IP Address
untuk saya ???
MAC Address : 1243.6534.9991
IP Address : ???
MAC Address : 1243.6534.9991
IP Address : 182.19.10.9
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 7 Diagram transport data antara ICMP,IP,ARP,dan RARP
G. Model – Model Referensi
1. Model referensi OSI
Model referensi OSI (Open System Interconnection) merupakan salah satu
standard dalam protokol jaringan yang dikembangkan oleh ISO yang
memberikan gambaran tentang fungsi, tujuan dan kerangka kerja tentang
struktur model referensi untuk proses yang bersifat logis dalam sistem
komunikasi.
Tujuan dibentuknya model referensi OSI, yaitu :
a. Menjadi patokan bagi perkembangan prosedur komunikasi pada
masa yang akan datang.
b. Mengatasi hubungan yang timbul antar pemakai dengan cara
memberikan fasilitas yang sesuai.
c. Membagi permasalahan prosedur penyambungan menjadi sub
struktur.
d. Memenuhi kebutuhan pemakai kini maupun masa yang akan datang.
Model referensi OSI memiliki 7 lapisan, dimana prinsip yang harus
digunakan bagi ketujuh lapisan adalah sebagai berikut :
a. Setiap lapisan memiliki fungsi dan proses yang berbeda.
b. Fungsi setiap lapisan dipilih berdasarkan penetapan protokol yang
telah memenuhi standar internasional.
c. Sebuah lapisan harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang
berbeda.
d. Batasan lapisan harus ditentukan agar dapat meminimalkan arus
informasi yang melewati interface.
e. Jumlah lapisan diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur
jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
Transport Layer
Network Interface
ICMP
Internet
Protocol ARP RARP
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Lapisan – lapisan dalam model referensi OSI yaitu :
a. Physical Layer
Physical layer berfungsi untuk menentukan karakteristik dari
kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer
dengan jaringan. Selain itu berfungsi untuk menstranfer dan
menentukan cara bit – bit dikodekan, menangani interkoneksi
fisik (kabel), mekanik, elektrikal, prosedural yaitu dimana
kabel , konektor dan spesifikasi pensinyalan didefinisikan.
b. Data Link Layer
Menentukan protokol untuk pertukaran frame data yang
lewat melalui kabel. Serta pengambilan dan pelepasan paket
data dari dan ke kabel, deteksi, dan koreksi kesalahan, serta
pengiriman ulang data.
Data link layer terdiri atas dua sublayer :
1) LLC (Logical Link Control)
Melakukan pemeriksaan kesalahan dan
menangani transmisi frame. Setiap frame
merupakan sebuah paket daya dan nomor urut
yang digunakan untuk memastikan pengiriman
dan sebuah cheksum untuk melacak data yang
korup.
2) MAC (Medium Access Control)
Berurusan dengan mengambil dan melepaskan
data dari dan ke kabel, menentukan protokol
untuk akses ke kabel yang di-share di dalam
sebuah LAN
c. Network Layer
Network layer bertanggungjawab untuk merutekan paket ke
tujuan yang seharusnya. Pengendalian operasi subnet dan
mengatasi semua masalah yang ada pada jaringan sehingga
memungkinkan jaringan – jaringan yang berbeda bisa saling
terkoneksi.
d. Transport Layer
Transport layer berfungsi untuk menerima data dari session
layer, memecah data menjadi bagian - bagian yang lebih
kecil, meneruskan data ke network layer dan menjamin
semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi penerima
dengan benar. Transport layer juga menentukan jenis
layanan untuk session layer dan pada giliranya jenis layanan
bagi para pemakai jaringan. Transport layer menyediakan
koneksi end to end ( ujung ke ujung ) di antara komputer –
komputer. Memastikan ketiga layer terendah bekerja dengan
benar serta menyediakan aliran data yang transparan, dan
logis antara end user dengan jaringan yang dipilihnya.
Merupakan layer yang menyediakan layanan bagi user lokal.
Bertugas untuk menciptakan frame, memisahkannya dan
menggabungkanya kembali.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
e. Session Layer
Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan
session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain
memungkinkan tranport data biasa, seperti yang dilakukan
oleh tranport layer, juga menyediakan layanan yang
istimewa untuk aplikasi – aplikasi tertentu. Session layer
diperlukan juga untuk kendali dialog antara proses yang
menentukan penanganan komunikasi dua arah dan pengujian
paket yang keluar dari urutannya.
f. Presentation Layer
Melakukan terjemahan struktur data di antara berbagai
arsitekture, perbedaan dalam representasi data dikelola di
tingkat ini. Selain itu juga layer ini melakukan kompresi
data, enkripsi dan dekripsi serta konversi format data
misalnya dari EBCDIC ke ASCII
g. Application Layer
Aplication layer berfungsi untuk menyediakan akses tingkat
aplikasi ke jaringan. Transfer terminal remote dan elemen
lain dari jaringan, aktivitas yang dilakukan seperti akses dan
transfer file.
Lapisan
(Layer) Nama Fungsi Pelayanan/Protokol
7 Application
Menyediakan pelayanan yang
lansung mendukung aplikasi
pemakai
File transfer, e-mail,
dan akses ke database
6 Presentation
Menerjemahkan, kompresi,
dan enkripsi data
ASCII, EBCDIC,
MIDI, MPEG, TIFF,
JPEG, PICT, Quick
Time
5 Session
Mengkoordinasi komunikasi
antara sistem
NETBEUI, RPC,
SQL,XWindows
4 Transport
Memungkinkan paket data
dikirim tanpa kesalahan dan
tanpa duplikat
TCP, UDP, SPX
3 Network
Menentukan jalur pengiriman
dan meneruskan data ke alamat
peralatan lain yang berjauhan.
Pada lapisan ini data dikirim
dalam bentuk paket
IP, IPX, ARP, RARP,
ICMP, RIP, OSFT,
BGP
2 Data-Link
Mengatur binary data (0 dan 1)
menjadi logical group. Pada
lapisan ini data dikirim dalam
bentuk frame
Ethernet, Token-Ring,
FDDI, ATM, SLIP,
PPP, MTU
1 Physical
Transmisi binary data lewat
jaringan
10BaseT, 100BaseTX,
HSSI, V.35, X.21
Tabel 5 Lapisan Referensi Model OSI
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 8 Model OSI
Gambar 9 Data Encapsulation
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 10 Contoh Data Encapsulation
Gambar 11 Komunikasi Peer to peer
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
2. Model Referensi TCP/IP
TCP/IP digunakan pertama kali untuk menghubungkan komputer –
komputer pemerintah (USA) dan sekarang telah menjadi dasar bagi internet.
TCP/IP memiliki keunggulan sehubungan dengan kompatibilitasnya dengan
beragam perangkat keras dan sistem operasi.
Gambar 12 Model TCP/IP
Nama Layer Protokol
Application Telnet, FTP, SMTP, Kerberos, DNS, TFTP,
SNMP, NFS, XWindows
Transport UDP,TCP
Internet IP,ARP,RARP, ICMP, BootP
Network Ethernet, Token Ring, FDDI
Tabel 6 Lapisan Model Referensi TCP/IP
Persamaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama – sama memiliki Application layer meskipun memiliki
layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet
switching
Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1) TCP/IP mengkombinasikan presentation layer dan session layer
pada lapisan aplikasi.
2) TCP/IP menggabungkan data link dan physical layer menjadi satu
lapisan.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 13 Perbandingan Model OSI dengan Model TCP/IP
H. Sistem Operasi Jaringan
Sistem operasi merupakan suatu komponen penting dalam membangun suatu
jaringan, karena sistem operasi jaringan berfungsi sebagai pembentuk pola operasi
jaringan. Setidaknya terdapat tiga macam sistem operasi jaringan untuk bentuk
konektivitas Peer to Peer (Windows 3.X, 9.X,Me, dan Novell Netware Lite), File
Server (Novell Netware 1.x) dan Client Server (Novell Netware 3.x, Windows NT,
XP, Unix, Linux) dan masih banyak sistem operasi yang lainnya.
Sistem operasi jaringan yang baik harus memiliki fasilitas – fasilitas penting seperti
File and directory services, System fault tolerance, Disk caching, Transaction
Tracking System (TTS), Security, Resource sharing, Remote access, Bridges,
Gateways, Interoperability, Special servers, Sofware management tools.
Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari sebuah Sistem
Operasi jaringan, khususnya untuk pengelolaan sistem – sistem seperti :
1. Distributed Processing
Seluruh program terdistribusi dan diproses pada memori workstation.
2. Directory Caching
Directory entryable akan dicopykan ke RAM server.
3. Directory Hashing
Sistem operasi jaringan akan membuat index dari direktory entry table
dalam RAM file server.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
4. File Allocation Table Caching
Sistem operasi jaringan akan menyimpan FAT untuk seluruh drive ke dalam
RAM file server.
5. File Caching
Sekali file dibaca dari disk, sistem operasi jaringan akan menyimpan file
tersebut di dalam RAM.
6. Pengaturan Elevator Seeking
Head baca tulis Hardisk berjalan mengakses file dalam arah lintsnya secara
elevator seeking sehingga menambah troughput sebesar 50%.
I. Perangkat Keras Jaringan
1. Kabel
a. Twisted Pair
1) Shielded Twisted Pair (STP)
STP memberikan jaminan proteksi jaringan dari interferensi
– interferensi eksternal. Sayangnya,STP sedikit lebih mahal
dibandingkan UTP. Lapisan pelindung kabel STP bukan
bagian dari sirkuit data, karena itu perlu di ground pada
setiap ujungnya. Dan kabel STP tidak dapat dipakai dengan
jarak lebih jauh sebagaimana media – media lain (seperti
kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
Gambar 14 Konstruksi Shielded Twisted Pair (STP)
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
2) Unshielded Twisted Pair (UTP)
Secara fisik, UTP terdiri atas empat pasang dawai medium.
Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Tipe kabel
ini semata – mata mengandalkan efek konselasi yang
diproduksi oleh pasangan – pasangan dawai untuk
membatasi degradasi sinyal yang disebabkan oleh EMI dan
RFI. Kabel UTP juga harus mengikuti rule yang benar
terhadap berapa banyak tekukan yang diizinkan per kaki
kabel.
UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi
100 Ohm. Hal ini berbeda dengan tipe pengkabelan twisted –
pair lainnya seperti pengkabelan untuk telepon. Karena UTP
memiliki dimeter eksternal 0.43 cm maka menjadi mudah
saat instalasi. UTP mensupport arsitektur – arsitektur
jaringan pada umumnya sehingga menjadi sangat populer.
Gambar 15 Kontruksi Unshielded Twisted Pair (UTP)
Type Use
Category 1 Voice Only (Telephone Wire)
Category 2 Data to 4 Mbps (LocalTalk)
Category 3 Data to 10 Mbps (Ethernet)
Category 4 Data to 20 Mbps (16 Mbps Token Ring)
Category 5 Data to 100 Mbps (Fast Ethernet)
Tabel 7 Kategori Kabel Unshielded Twisted Pair
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 16 UTP CAT 5
Gambar 17 RJ-45 dilihat dari atas
Gambar 18 RJ-45 dilihat dari samping
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 19 RJ-45 dilihat dari Jack bagian depan
Gambar 20 RJ-45 dilihat dari Jack sisi lainnya
b. Coaxial Cable
Kabel coaxial dapat dijalankan tanpa banyak membutuhkan bantuan
repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh di antara
node network, meskipun bisa diikutsertakan untuk meregenerasi
sinyal – sinyal.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 21 Kontruksi Kabel Coaxial
Gambar 22 BNC T Connector
Gambar 23 BNC Connector
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 24 Kabel 10Base2
Gambar 25 Kabel 10Base5
c. Fiber Optic
Kabel fiber optic merupakan media network medium yang mampu
digunakan untuk transmisi – transmisi modulasi. Fiber optic
memiliki harga lebih mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi
elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan kecepatan dan
kapasitas data yang tinggi.
Beberapa Keuntungan kabel Fiber Optic :
1) Kecepatan
Jaringan – jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan
tinggi.
2) Bandwidth
Fiber optic mampu membawa paket – paket dengan kapasitas
besar.
3) Distance
Sinyal – sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa
memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
4) Resistance
Daya tahan kuat terhadap impas elektronmagnetik yang
dihasilkan perangkat – perangkat elektronik seperti radio,
motor, atau bahkan kabel – kabel transmisi lain di
sekelilingnya.
5) Maintenance
Kabel – kabel fiber optic memakan biaya perawatan relatif
murah.
Tipe – tipe Kabel Fiber Optic, yaitu :
1) Single Mode
Sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter
8.3 hingga 10 micron.
2) Multimode
Kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan
kombinasi (range) diameter 50 – 100 micron. Setiap fiber
dalam kabel multimode mampu membawa sinyal
independen yang berbeda dari fiber – fiber lain dalam bundel
kabel.
3) Plastic Optical Fiber
Kabel berbasis plastik terbaru yang memiliki performa
similar dengan kabel single mode.
Gambar 26 Kontruksi Kabel Fiber Optic
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 27 Kabel Fiber Optic dan konektor
Spesifikasi Tipe Kabel Panjang Maksimal
10BaseT Unshielded Twisted Pair 100 meter
10Base2 Thin Coaxial 185 meter
10Base5 Thick Coaxial 500 meter
10BaseF Fiber Optic 2000 meter
100BaseT Unshielded Twisted Pair 100 meter
100BaseTX Unshielded Twisted Pair 220 meter
Tabel 8 Perbandingan kabel Twisted Pair, Coaxial, Fiber Optic
2. Tranmisi Tanpa Kabel (Wireless)
Media tidak terpandu (unguided), trnsmisi dan penerimaan dapat dicapai
dengan menggunakan antena. Untuk tranmisi antena mengeluarkan energi
elektromgnetik ke medium (biasanya udara) dan untuk peneriman , antena
mengambil gelombang elektromagnetik dari medium di sekitarnya. Pada
dasarnya ada dua tipe konfigurasi untuk transmisi wireless yaitu direction
dan omnidirectional. Untuk konfigurasi directional, antena transmisi
mengeluarkan pancaran electromagnetik secara terfokus, jadi ntena
pengirim dan antena penerima harus terrah dengan benar. Pada kasus
omnidirectional, sinyal ditransmisikan ke segala arah dan dapat diterima
oleh beberapa antena.
Ada tiga range frekuensi umum dalam transmisi wireless, yaitu :
a. Frekuensi microwave dengan range 2 – 40 Ghz, cocok untuk
transmisi point-to-point. Microwave juga digunakan pada
komunikasi satelit.
b. Frekuensi dalam range 30 Mhz – 1 Ghz, cocok untuk aplikasi
omnidirectional. Range ini ditunjukan untuk range broadcast radio.
c. Range frekuensi lain yaitu antara 300 – 200000 Ghz, untuk aplikasi
lokal, adalah spektrum infra merah. Infra merah sangat berguna
untuk aplikasi point-to-point dan multipoint dalam area terbatas,
seperti sebuah ruangan.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 28 Sistem komnukasi Wireless
3. Network Interface Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau
network card, yaitu ISA dan PCI. Fungsi utamanya adalah mengirim data ke
jaringan dan menerima data yang dikirim ke terminal kerja. Selain itu NIC
juga mengotrol data flow antara sis tem komputer dengan sistem kabel yang
terpasang dan menerima data yang terkirim dari komputer lain lewat kabel
dan menterjemahkan ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer.
Dual variabel yang penting dalam sebuah NIC adalah alamat port dan
interrupt-nya. Alamat port berfungsi untuk mengarahkan data yang masuk
dan kelur dari terminal kerja tersebut. NIC harus dikonfigurasi untuk
mengenali apabila data dikirim kealamat tersebut. Sedangkan Interrupt
merupakan switch elektronik lokal yang dipergunakan oleh sistem operasi
untuk mengontrol aliran data. Interrupt juga digunakan oleh komputer untuk
menghentikan aliran data untuk sementara waktu dan memungkinkan data
lain melewati sistem. Interrupt mencegah aliran data yang berbeda agar
tidak dapat menggunakan sirkuit fisik yang sama dan dalam waktu yang
bersamaan pula. Selain variabel di atas NIC juga mempunyai kode yang
unik yang terdiri atas 12 digit kode yang disebut MAC (Media Access
Control) Address.
( Sumber : http://ilmukomputer.com/jaka-lan.pdf )
Gambar 29 Jenis Kartu Jaringan
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 30 Network Interface Card (NIC)
Gambar 31 Port pada NIC
Gambar 32 Letak NIC pada layer ke-2 model OSI
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
4. HUB
Hub atau konsentrator termasuk device layer 1 dalam OSI model yang
berfungsi sebagai media antar koneksi yang jauh, media pengumpul semua
koneksi antar PC untuk kemudian disambungkan satu sama lain.
Keuntungan menggunakan hub adalah fleksibilits yang dimiliki sehingga
setiap client bisa ditambahkan setiap waktu tanpa mengganggu jaringan
yang sedang beroperasi. Tetapi hub tidak mampu membaca data – data dan
tidak mengetahui sumber dan tujuan paket – paket yang dilepas melaluinya.
Kesimpulanya, sebuah hub hanya berperan menerima dan meneruskan paket
– paket yang masuk atau paling tidak memperkuat sinyal elektrik, dan
kemudian menyebarkan paket – paket ke semua device dalam jaringan
termasuk device yang mengirimkan paket tersebut.
Secara teknis, terdapat tiga tipe hub yang beredar :
a. Passive Hubs
Hub – hub passive tidak memperkuat sinyal elektrik dari paket –
paket data yang masuk.
b. Active Hubs
Hub – hub active akan memperkuat sinyal paket – paket sebelum
mereka dilepas ke network.
c. Intelligent Hubs
Hub – hub yang memiliki fitur extra dari active hubs, dimana sangat
cocok untuk kepentingan bisnis. Sebuah hub yang cerdas secara
tipikal men-support manajement secara remote via SNMP dan
virtual LAN (VLAN).
Gambar 33 HUB
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 34 Contoh gambar Hub yang lain
Gambar 35 Lokasi Hub pada layer model OSI
5. Switch
Switch berfungsi menghubungkan multiple komputer pada layer protokol
jaringan level dasar. Switch beropersi pada layer dua (data link layer) dari
OSI model.
Secara tipikal, beberapa kelebihan switch dari hub adalah :
a. Mampu menginspeksi paket – paket data yang mereka terima.
b. Mampu menentukan sumber dan tujuan paket yang
melaluinya.
c. Mampu mem-forward paket – paket dengan tepat.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 36 Switch
Gambar 37 Switch
Gambar 38 Lokasi Switch pada layer model OSI
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
6. Repeater
Repeater bekerja meregenerasi atau memperkuat sinyal –sinyal yang masuk.
Secara teknis, repeater adalah device layer physical. Kelemahan repeater
tidak dapat melakukan filter traffic jaringan. Data (bits) yang masuk ke
salah satu port repeater dikirim ke luar melalui semua port. Dengan
demikian data akan tersebar ke segmen – segmen LAN tanpa
memperhitungkan apakah data tersebut dibutuhkan atau tidak.
Gambar 39 Lokasi Repeater pada layer model OSI
7. Bridge
Bridge merupakan perangkat yang lebih simpel dan murah dibandingkan
router. Bridge hanya menyampaikan paket, namun tidak bisa memilih paket
– paket mana yang akan disampaikan ke segmen – segmen. Bridge dapat
meningkatkan performa jaringan dengan cara mengeliminasi traffic yang
tidak dibutuhkan dan meminimasi peluang – peluang collision. Dan dapat
membagi – bagi traffic ke segmen – segmen yang ada dan melakukan
filtering traffic berdasarkan MAC address.
Gambar 40 Lokasi Bridge pada layer model OSI
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
8. Router
Dengan menggunakan informasi di antara masing – masing paket, router
melakukan routing dari satu LAN ke LAN lainnya mencari atau
menentukan rute terbaik di antara jaringan – jaringan. Router merupakan
device physical yang menyatukan network – network, berada pada layer 3
gateway, yang berarti dapat mengoneksikan jaringan – jaringan
sebagaimana layaknya gateway. Dengan cara melakukan konfigurasi
informasi – informasi yang disimpan dalam sebuah lokasi yang disebut
“routing table”, router dapat difungsikan untuk memfilter traffic yang
keluar masuk jaringan, berdasarkan alamat – alamat IP si pengirim dan
penerima. Beberapa router menyajikan fitur bagi pengelolanya untuk
melakukan update informasi routing table melalui interface browser web.
Karena sifatnya yang dapat memilih paket – paket yang masuk, menahan
dan mengantarkanya ke tujuan yang tepat, router sering kali digunakan
dalam jaringan yang kompleks dan besar, seperti WAN dan Internet.
Gambar 41 Port – port pada Router
Gambar 42 Router
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Gambar 43 Lokasi Router pada layer model OSI
REFERENSI
DC Green, Komunikasi Data, Andi Yogyakarta, Yogyakarta, 1998.
Devisi Penelitian dan Pengembangan MADCOMS, Dasar Teknis Instalasi Jaringan
Komputer, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2003.
Fahrial, Jaka,Teknik Konfigurasi LAN, 2003, http://ilmukomputer.com/jaka-lan.pdf,
(17 Desember 2003).
Heywood, Drew, Konsep dan Penerapan Microsoft TCP/IP, Penerbit ANDI,
Yogyakarta, 1997.
Kelik, Wahyu, Pengantar Pengkabelan dan Jaringan, 2003,
http://ilmukomputer.com/kelik-kabel.pdf (12 juli 2003)
Kristanto, Andri, Jaringan Komputer, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta, 2003.
LIPI, Wiring Tutorial for 10BaseT Unshielded Twisted Pair (UTP)
Modul Pelatihan, LAN dan Intranet, IT Center Fakultas Teknik, Yogyakarta.
Oetomo, Budi Sutedjo Dharma Oetomo, Konsep dan Perancangan Jaringan
Komputer:Bangunan Satu Lantai, Gedung Bertingkat dan Kawasan, Penerbit
ANDI, Yogyakarta, 2003.
--------, Kamus ++ Jaringan Komputer, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2003.
Copyright © 2004 www.asep-hs.web.ugm.ac.id
Prihanto, Harry, Membangun Jaringan Komputer: Mengenal Hardware dan Topologi
Jaringan, juni 2003, http://ilmukomputer.com/harry-jaringan.php.htm,( 12 juli
2003 ).
Rafiudin, Rahmat, Panduan Membangun Jaringan computer : untuk Pemula, PT Elex
Media Komputindo, Jakarta, 2003.
Rio P, Bondhan, Diagram Pemasangan Kabel TP pada RJ 45, 2003,
http://ilmukomputer.com , ( 16 Januari 2004 ).
Tanenbaum, Andrew S., Jaringan Komputer, jilid 1-2, Prenhallindo, Jakarta, 1997.
Tharom, Tabratas, Dinata, Marta, dan Xerandy, Mengenal Teknologi Informasi:
Dasar – dasar teknologi yang perlu diketahui oleh semua pengguna teknologi
informasi, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2002.
Tim Penelitian dan Pengembangan Wahana Komputer, Konsep Jaringan Komputer
dan Pengembangannya, Penerbit Salemba Infotek, Jakarta, 2003.
--------, Penanganan Jaringan komputer, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2001.
Wares, Ronin, Cisco Network Academy Program, Cicso System, Inc, 1999.
Yuhefizar, Tutorial Komputer dan Jaringan , juli 2003
http://ilmukomputer.com/yuhefizar-komputer.pdf ( 12 Juli 2003 )

Kamis, 14 Januari 2010 di 04.47 , 0 Comments

SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER

SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER

Berdasarkan perkembangan teknologi komputer, maka perkembangannya dapat kita
begi menjadi 2 bagian yaitu :
a. Sebelum tahun 1940.
b. Setelah tahun 1940.
Sebelum tahun 1940
Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia
juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam
penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat.
Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuanpenemuan
manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik. Saat ini
komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan
pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar
perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket
yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan
panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan
berbagai tempat di dunia. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba
sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.
1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan
faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan
manusia
2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang
digerakkan dengan tangan secara manual
3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara
otomatis oleh motor elektronik
2
4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh
Beberapa peralatan yang telah digunakan sebagai alat hitung sebelum ditemukannya
komputer :
1. Abacus.
Muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa
tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini
memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan bijibijian
geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan
abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil
dan kertas, terutama di Eropa, Abacus kehilangan popularitasnya.
2. Kalkulator roda numerik
Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada
tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun,
menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel
calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.
Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda
putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini
merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah
hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.
3
3. Kalkulator roda numerik 2
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von
Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat
mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan
menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar
yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.
4. Kalkulator Mekanik.
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat
fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan
pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya,
arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama
dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi
mekanikal.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor
matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage
memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik
sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang
matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu.
Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai
alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk
menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin
untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin
Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan
program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.
Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tibatiba
terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama,
yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842)
memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana,
mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi
Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang
mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan
juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980,
4
Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman
dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.
Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu
perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara
yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat.
Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun
untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut
memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan
perhitungan sensus.
Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar
Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan
differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial
kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut
sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk
melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry
mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit
elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa
sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat
dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke
dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat
komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena
kehilangan sumber pendanaan.
Setelah tahun 1940
Perkembangan komputer setelah tahun 1940 dibagi lagi menjadi 5 generasi.
1. Komputer generasi pertama ( 1940-1959 ).
Komputer generasi pertama ini menggunakan tabung vakum untuk memproses
dan menyimpan data. Ia menjadi cepat panas dan mudah terbakar, oleh karena itu
beribu-ribu tabung vakum diperlukan untuk menjalankan operasi keseluruhan komputer.
Ia juga memerlukan banyak tenaga elektrik yang menyebabkan gangguan elektrik di
kawasan sekitarnya.
5
Komputer generasi pertama ini 100% elektronik dan membantu para ahli dalam
menyelesaikan masalah perhitungan dengan cepat dan tepat. Beberapa komputer
generasi pertama :
a. ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator )
dirancang oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert pada tahun 1946.
KOMPUTER ENIAC
Komputer generasi ini sudah mulai menyimpan data yang dikenal sebagai konsep
penyimpanan data (stored program concept) yang dikemukakan oleh John Von
Neuman.
b. EDVAC Computer.
KOMPUTER EDVAC
Penggunaan tabung vakum juga telah dikurangi di dalam perancangan komputer
EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) di mana proses
perhitungan menjadi lebih cepat dibandingkan ENIAC.
6
c. EDSAC COMPUTER
EDSAC (Electonic Delay Storage Automatic Calculator) memperkenalkan penggunaan
raksa (merkuri) dalam tabung untuk menyimpan data.
KOMPUTER EDSAC
d. UNIVAC 1 Computer.
Pada tahun 1951 Dr Mauchly dan Eckert menciptakan UNIVAC 1 (Universal
Automatic Calculator ) komputer pertama yang digunakan untuk memproses data
perdagangan.
2. Komputer generasi kedua ( 1959 .. 1964 )
Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan
komputer. Transistor menggantikan tabung vakum di televisi, radio, dan komputer.
Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.
Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956.
Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu
pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat
diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang
memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer.
IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat
komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk
laboratorium energi atom, dapat menangani data dalam jumlah yang besar. Mesin
tersebut sangat Mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi
bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah
7
dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan
yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C.
Komputer generasi kedua Menggantikan bahasa mesin dengan bahasa
assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan
untuk menggantikan kode biner. Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer
generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan.
Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya
menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat
diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket,
memory, sistem operasi, dan program.
KOMPUTER DEC PDP-8
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang
diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis
besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di
dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan
kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer
dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk
atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada
saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan
Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini
menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula
matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang
untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan
(programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai
bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.
8
3. Komputer generasi ketiga ( 1964 .. awal 80an )
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun
transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak
bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini.
Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi
(IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik
dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan
kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu
chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil
karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer
generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang
memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara
serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori
komputer.
4. Komputer generasi keempat ( awal 80an - ??? )
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran
sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat
ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale
Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.
Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang
berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran
komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan
komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC
dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit,
memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya,
IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.Sekarang, sebuah
mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh
9
kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga
seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi
dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk
menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaanperusahaan
besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit
komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputerkomputer
ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang
mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu
adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game
seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih
canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC)
untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak
dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun
kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran
yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi
komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang
dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar
komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada
10
komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks.
Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan
pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial
dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam
golongan komputer generasi keempat.
Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara
baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya
suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara
bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi,
dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer
jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik
untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung
(disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat
berkembang menjadi sangat besar.
5. Komputer generasi kelima ( masa depan )
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain
memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang
terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non
Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu
mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah
teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan
apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek
komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology)
juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek
ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer
generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.
Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
Penulis menerima saran, kritik, dan masukan mengenai tulisan ini; silahkan mengirim saran dan
komentar anda ke azmifauzan@gmail.com

di 04.41 , 0 Comments